Buron Korupsi Rp 400 Juta Ditangkap Jaksa di Kudus Jateng

Jakarta – Tersangka korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jawa Barat) ditangkap di Kudus, Jawa Tengah. Tersangka atas nama Mulyarso Denta itu dicokok pagi tadi.

“Ditangkap tadi pagi sekitar pukul 09.25 WIB,” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Tony T Spontana di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2015).

Tersangka ditangkap di Jl Pakis Indah gang 4 nomor 28, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Dia berhasil dicokok atas kerjasama jaksa dari Kejari Banjar dan Kejari Kudus serta tim intelijen Kejagung.

‎Mulyarso telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Banjar berdasarkan surat perintah nomor Print 08/0.2.36/Fd.1/11/2014 tertanggal 10 November 2014. Dia terlibat kasus korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan dana penyertaan tahun 2012 dan pengadaan tahun 2013 pada perusahaan daerah Banjar, Water Park.

“Jumlah kerugian negara akibat perbuatan tersangka diduga sebesar Rp 424.599.769,” pungkas Tony.

Jadi Calo dan Memeras, Dua PNS di Bogor Ditangkap Jaksa

Jadi Calo dan Memeras, Dua PNS di Bogor Ditangkap Jaksa
Selasa, 21 April 2015 | 09:34 WIB

BOGOR, KOMPAS.com – Kejaksaan Negeri Cibinong menangkap dua pegawai negeri sipil (PNS) berinisial HK dan DS yang diduga menjadi calo perizinan. Mereka ditangkap setelah aparat kejaksaan melakukan operasi tangkap tangan di Kompleks Pergudangan, Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Senin (20/4/2015) kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Eko Bambang Riadi mengatakan, operasi tangkap tangan yang dilakukan tim intel Kejaksaan Negeri Cibinong berdasarkan laporan dari masyarakat atas pengurusan IMB. “Indikasinya, ada oknum PNS yang meminta sejumlah uang untuk mengurus IMB,” kata Eko.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Eko, dua orang PNS tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dengan barang bukti dua buah amplop berisi masing-masing Rp 2,5 juta atau total seluruhnya sebesar Rp 5 juta, serta bukti kuitansi pembayaran,” kata dia.

Kedua tersangka dikenai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara.

HK diketahui bertugas sebagai pengawas Wilayah Kecamatan Sukaraja pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah 1 Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Bogor. Sedangkan DS bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanitasi dan Kebersihan Wilayah Ciawi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor.

Dua orang oknum PNS tersebut terbukti memeras seorang pengusaha bernama Endang Riyanti dengan modus pembuatan IMB di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Namun demikian, hingga satu tahun lamanya izin tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh dinas terkait.

Justru keduanya mengancam, jika pengusaha tersebut tidak memberikan imbalan pelicin hingga ratusan juta rupiah, proyeknya terancam ditutup.
Penulis: Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah
Editor: Glori K. Wadrianto