Kejari Polewali Selamatkan Rp1,7 M Dari Dua Kasus Korupsi

HASIL KORUPSI. Kajari Polewali, Saring, menyerahkan uang sitaan hasil tindak pidana korupsi kepada Pimpinan BRI Polewali untuk dikembalikan ke kas Negara, Senin, 7 Mei. Uang tersebut disita dalam dua kasus korupsi di Kabupaten Polman.
Berita Terkait:
» Kejari Watampone Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi
» Neneng Ingin Dipulangkan
» Kejari Tunggu Hasil Audit BPKP
» Sidang Bansos Seret Muallim
» Jaksa Lepas Andi Akrab
POLEWALI, FAJAR — Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali menyelamatkan uang negara sebesar Rp1.770.813.000. Jumlah tersebut, merupakan sitaan dari dua perkara tindak pidana korupsi yang ditangani dan telah divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dua perkara korupsi yang ditangani Kejari Polewali, yaitu korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2010 yang melibatkan mantan bendahara BPMPD Polewali Mandar, Rafiuddin alias Enceng sebesar Rp32 juta. Selain itu, perkara korupsi dana operasional pemilu legislatif 2009 KPU Polman sebesar Rp1,7 miliar yang melibatkan Arifin Raseng, mantan Bendahara KPU Polman.

Kedua kasus tersebut, telah berkekuatan hukum tetap sehingga jumlah kerugian negara yang berhasil disita dari kedua tersangka disetor ke kas negara atas nama Kejari Polewali. Uang sitaan sebesar Rp1.770.813.000 diserahkan Kajari Polewali, Saring kepada BRI Cabang Polewali untuk disetor ke kas negara, Senin, 7 Mei. Penyerahan secara resmi uang yang selama ini disimpan di BRI, disaksikan Kepala Cabang BRI Polewali, Imam Kusuma Budiharjo dan Lenny Barong, Supervisi Pelayanan Kas BRI Cabang Polewali. Hadir mendampingi Saring, Kasipidsus M Rizal dan jaksa fungsional Bambang Setiawan.

Kajari Polewali, menjelaskan bahwa setelah kedua kasus telah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan PN Tipikor Mamuju, uang sebesar Rp1.770.813.000 harus disetor ke kas negara atas nama kejaksaan.

“Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Mamuju No 08/Pid.Sus/2011/PN Mamuju Tanggal 19 April 2012 maka uang hasil sitaan dari kedua terdakwa disetor ke kas negara,” jelasnya.

Menurut Saring, jumlah uang tunai hasil sitaan yang diserahkan ke kas negara merupakan yang terbesar selama ini. Katanya, masih ada barang sitaan berupa uang negara yang akan disetor jika beberapa kasus korupsi yang disidangkan di pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Setidaknya ada lima kasus korupsi yang telah diputuskan di pengadilan negeri dengan barang bukti sejumlah uang. Tetapi karena kasusnya belum incracht (berkekuatan hukum tetap, red) sehingga belum bisa disetor ke kas negara,” tambahnya. (mdl/ars)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s