Pejabat Pemprov Banten Divonis 5 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Serang memvonis bersalah dua terdakwa, yaitu mantan Kepala Inspektorat Provinsi Banten Agus M Randil, dan mantan staf Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Banten Maman Suarta, Kamis (24/11) kemarin.

Dalam sidang perkara korupsi pengadaan lahan untuk kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) di Biro Umum dan Perlengkapan Banten pada 2009 dan 2010 senilai Rp67 miliar itu, Agus Randil divonis 4,5 tahun penjara, sedangkan Maman Suarta divonis lima tahun penjara.

Selain hukuman penjara, kedua terdakwa juga masing-masing dijatuhi denda sebesar Rp500 juta, dengan ketentuan jika denda itu tidak dibayar, diganti dengan kurungan empat bulan, serta harus membayar biaya perkara Rp5.000.

Vonis kedua terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam tuntutan JPU, Agus Randil dituntut lima tahun penjara, sedangkan terdakwa Maman Suarta dituntut enam tahun penjara, dan denda masing-masing Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan dakwaan primer pasal 2 jo pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui, Agus Randil dan Maman Suarta disidang dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk lahan Sitandu Dinas Peternakan dan Pertanian (Distanak) Banten yang dilakukan Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Banten tahun anggaran 2009 dan 2010.

Agus Randil selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Biro Umum dan Perlengkapan bersama Maman Suarta selaku PPTK tidak melakukan estimasi yang jelas dalam melakukan pembayaran untuk pembelian tanah untuk lahan kawasan pertanian terpadu dengan harga total Rp 63,9 miliar kepada penyedia lahan, padahal pembelian tanah hanya Rp 3,1 miliar sehingga negara dalam hal ini Pemprov Banten dirugikan sebesar Rp 54 miliar.

Selain Agus Randil dan Maman Suarta, tiga pengusaha yang menjual tanah itu juga sedang menjalani persidangan secara terpisah di Pengadilan Tipikor PN Serang. Mereka adalah M Hules, Ari Arifin, dan Deddy Suwandi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s