Jaksa Tuntut Kepala Kantor Bea Cukai Juanda 3 Tahun

Mantan Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai tipe A Juanda Argandiono dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara di pengadilan tipikor Surabaya.

Jaksa menganggap telah melanggar pasal 11 UU pemberantasan tipikor tentang gratifikasi dan pasal 3 UU 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Terdakwa telah menerima uang dari para pengusaha saat dia masih menjabat di Surabaya,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Karimudin, sat dihubungi, Selasa (22/11).

Dalam tuntutannya, Karimudin mengatakan bahwa Argandiono telah menerima uang dari Hokky (direktur PT Corona Mas), Ng Hirawan Wijaya (pengusaha alat transportasi), Bharat Madhu Lachmandas (pengusaha ekspor impor), Sindodinata Koeswandi, ridwan T, Willy Tanko, Inggit Halim Kusuma, Indiahwati, Lindiawati Tingkir dan Wahadi Rejeki.

Selain tidak dapat menunjukkan bukti perihal sumber penerimaan uang, kata Karimudin, Argandiono yang saat ini berdinas di bea cukai Malang itu juga tidak dapat menunjukkan bukti penggunaan dari uang yang ditampungnya di dua rekeningnya.

“Uang itu diduga diberikan karena kekuasaan dan kewenangan terdakwa dalam jabatannya,” tambah Karimudin.

Mengenai pencucian uang, Karimudin menjelaskan bahwa ada uang Rp 11,923 miliar di rekening terdakwa di BCA Tunjungan Plaza dan BCA Palembang sejak 28 Oktober hingga 29 Oktober 2010.

Dari dana belasan miliar itu, yang terdeteksi hanya Rp 1,651 miliar dari hasil pemberian pengusaha dan 1,7 miliar dari hasil penjualan bangunan rumah beserta tanah milik orang tuanya. Dana sisanya yakni Rp 8,571 tidak diketahui sumber dananya karena dilakukan melalui setoran tunai.

“Setoran tunai itu dilakukan terdakwa untuk mengaburkan sumber uang untuk menyulitkan pelacakan,” terang Karimudin.

uang haram yang diterima Argandiono, kata Karimudin, digunakan untuk kepentingan pribadi yakni untuk membeli rumah di Gedangan, Sidoarjo sebear Rp 4,08 miliar dan membeli mobil Toyota Fortuner sebesar Rp 790 juta. Dari dana tersebut terdakwa mengembalikan Rp 1,2 milar ke kejaksaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s