Kejati Jatim Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Irigasi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan Lukman Hakim, sebagai tersangka korupsi proyek irigasi sekunder saluran Ketandan, Kecamatan Lengkong, Nganjuk senilai Rp 336.556.070.

Selain Lukman Hakim, Direktur PT bhakti Ikhsani Perdana Tarmizi Faisal, konsultan pengawas PT Arsitekniqiu Anjar Samsul Anwar dan pejabat pembuat komitmen Dinas PU Pengairan Nganjuk Sunyoto Hadi Prayitno juga ditetapkan tersangka.

Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Jawa Timur Ketut Suadiartha, Jumat (15/7) menjelaskan, keempat tersangkan diduga mengerjakan proyek tidak sresuai bestek. Dari irigasi sepanjang 2.300 m banyak yang dikurangi volumenya, mulai dari volume pondasi yang dikurangi dari 50 cm menjadi 30 cm. Begitu juga dengan kemiringan plengsengan yang berkurang dari 30 cm menjadi 15 cm.

Hasil perhitungan Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang turun ke lokasi dan mengambil sampel didapat kerugian negara sebesar Rp 336.556.070, dari total nilai proyek Rp 1,936 miliar. “Saat ini kami masih meminta audit BPKP untuk memastikan kerugian negaranya,” terang ketut didampingi Kasi Penkum Muljono.(sm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s