Giliran Direktur Keuangan Diperiksa

Menyangkal Tudingan Ada Penyelewengan

JAMBI – Kasus dugaan korupsi di PDAM Tirta Mayang Jambi terus berlanjut. Sejumlah pejabat teras perusahaan air pemerintah itu mulai diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Seperti kemarin (14/7), Arief Sufianto, Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirta Mayang dipanggil. Dia dimintai keterangan terkait adanya dugaan penyelewengan sejumlah dana.
Ditemui usai pemeriksaan di Kejati, Arief menjelaskan, dirinya menyerahkan penyelidikan kasus pada penyidik. Saat ini, lanjutnya, pihaknya sudah menyerahkan sejumlah bukti terkait laporan dugaan penyelewengan. Bukti itu merupakan bantahan atau jawaban dari perusahaan air minum daerah terhadap tudingan-tudingan yang dilancarkan selama ini.

Hanya saja, Arief tidak bersedia membeberkan bukti apa saja yang diserahkan pada penyidik. “Saya sudah serahkan bukti pada penyidik. Bukti itu menyanggah laporan yang diterima oleh pihak kejaksaan. Saat ini saya serahkan agar diteliti lebih lanjut soal kebenarannya,” tegasnya usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 15.30, kemarin.

Selain menyerahkan bukti, Arief juga menyangkal tudingan adanya penyelewengan dalam pemasangan baru di PDAM. Menurut dia, tuduhan itu tidak benar. Bagitu juga soal penyimpangan biaya perawatan meteran, abondemen, serta administrasi, semua dibantahnya. “Itu tidak benar, kita punya penghitungan sendiri. Mungkin kalangan LSM salah persepsi dalam penghitungan itu,” jelasnya.

Arief diperiksa sekitar lima sejak 10.00 di ruang penyidik Fitri Zulfahmi. Pemeriksaan berlangsung tertutup hingga pukul 15.30. Dengan mengenakan baju batik cokelat, Arief tampak santai keluar dari ruang pemeriksaan. Adapun dugaan tindak pidana yang dilaporkan, di antaranya pungutan retribusi kebersihan, leges, dan dugaan penggelapan atas Pendapatan Asli Daerah dan Keuangan PDAM.

Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan terkait laporan tersebut. Salah satunya adalah Umar, staf PDAM Tirta Mayang Jambi. Penyidik juga sudah mengantongi sejumlah data terkait dugaan penyelewengan retribusi kebersihan, leges, dan dugaan penggelapan atas Pendapatan Asli Daerah dan Keuangan PDAM dari LSM Sembilan Jambi.

Data yang diberikan antara lain foto kopi bukti tanda pembayaran rekening PDAM Tirta Mayang Jambi melalui PT Pos Jambi dari pelanggan, foto kopi tanda bukti pembayaran dana pensiun bersama pegawai PDAM.

Kemudian tanda bukti pembayaran utang dari Departemen Keuangan selama 1997 hingga 2007 senilai Rp 29 miliar yang tidak pernah dianggsur oleh PDAM Tirta Mayang Jambi. Serta data dana bantuan dari Bank Dunia terhadap PDAM Tirta Mayang Jambi senilai Rp 45 miliar pada 1996 yang tidak diketahui penggunaannya, serta bukti lainnya.

Asisten Pengawasan Kejatoi Jambi Asnawi menjelaskan, kedatangan Direktur Keuangan PDAM Tirta Mayang untuk memenuhi panggilan penyidik. Dia memberikan data tambahan yang diminta Korps Adhyaksa. “Dia memberikan data tambahan sepertiga yang kita minta sebelumnya,” kata Aswas, singkat. (ira)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s