Diduga Korupsi, Sekretaris KPU Ambon Dibui

Tim Penyidik Kejari Ambon, Senin (11/7) telah menahan Sekretaris Komisi Pe­milihan Umum (KPU) Kota Ambon, Danny Russel, dan telah dijebloskan ke Rutan Kelas IIA Waiheru, Ambon. Russel ditahan dengan tuduhan penyelewengan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Ambon, demikian dikatakan Pelaksana harian Kajari Ambon Saiful Anwar kepada tim redaksi website Kejaksaan R.I., Rabu (13/7).

Dijelaskannya, sekitar pukul 10.00 WIT, Russel mulai menjalani peme­riksaan oleh jaksa penyidik Kejari Ambon. Russel diperiksa oleh jaksa Iwan Gustiawan. Dalam pemeriksaan itu, ia dihujani puluhan pertanyaan menyangkut dugaan penyelewengan anggaran dalam kapasitasnya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sorenya sekitar pukul 17.05 WIT, Russel kemudian digiring oleh jaksa menuju mobil tahanan Kejari ber­nomor polisi DE 7060 AM untuk selanjutnya dibawa ke Rutan Waiheru.

“Ini saya tahan dua lagi. Jadi sudah tiga orang. Sesuai prosedur diperiksa langsung ditahan. Sudah saya tandatangani berita acara penahanannya,” tuturnya.

Menurut, Saiful Anwar, menjelaskan Mayaut dita­han karena disi­nyalir terlibat dalam penyelewengan keu­ang­an negara di KPU Kota Ambon.

“Setelah tim penyidik kita periksa ternyata yang bersangkutan disi­nya­lir terlibat, sehingga kami lang­sung menetapkannya sebagai ter­sangka sekaligus menahannya,” tegasnya.

Selain menahan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon, Danny Russel, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dihari yang sama juga menahan bendahara KPU Yohana Huwae. Huwae sebelum ditahan juga menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIT, Ia diperiksa oleh jaksa Ampi Batoek.

Dijelaskannya, dalam pemeriksaan tersebut, Yohana dihujani puluhan pertanyaan menyangkut dugaan penyelewengan anggaran dalam kapasitasnya selaku bendahara. Sorenya sekitar pukul 17.05 WIT, Huwae digiring oleh jaksa menuju mobil tahanan Kejari bernomor polisi DE 7060 AM untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Ambon.

Untuk diketahui, Huwae ikut ditahan karena diduga berkoalisi dengan Russel saat melakukan penyelewengan. Sesuai laporan pejabat pengadaan barang dan jasa merangkap sebagai panitia, Decky Noija ke Kejari Ambon pada 23 Mei lalu. Ternyata Huwae dan Russel bersama menyelewengkan anggaran diantaranya dana yang berasal dari APBN yang diperuntukkan untuk pengadaan pakaian dinas pegawai KPU Kota Ambon tahun 2010 ternyata tidak pernah dilaksanakan alias fiktif, begitu juga perjalanan dinas yang diduga dibuat sendiri oleh Sekretaris KPU Kota Ambon sejak bulan September 2010 yang nilainya mencapai Rp 300 juta.(@rd)

(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejari Ambon)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s