Ketua DPRD Bombana&Dua Anggota Lainnya Segera Diperiksa

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi tenggara (Sultra) segera akan memeriksa Ketua DPRD Bombana, Andi Ardian, terkait kasus dugaan penyelewengan Rp 1,5 miliar dana alokasi desa di Bombana. Bukan cuma Andi Ardian, salah seorang wakil ketua, Johan dan satu anggota DPRD Bombana, Abadi Makmur, turut diperiksa. Ketiganya dipanggil sebagai saksi.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sultra, Asrul Alimina SH MH, kepada tim redaksi website Kejaksaan R.I., Senin (20/6).

Dijelaskannya, pemeriksaan ini bisa dilakukan setelah Surat permohonan pemeriksaan yang ditandatangani Kajati Sultra AR Nashruddien SH MH tanggal 20 April 2011, dan Izin Gubernur Sultra, Nur Alam SE telah terbit dua pekan lalu.

Sesuai jadwal undangan yang dilayangkan kepada tiga anggota dewan tersebut, pemeriksaan dilangsungkan pekan depan. Sebelumnya, Kejati telah menetapkan Zainal Arifin Yasin, mantan bendahara bantuan Setda Kabupaten Bombana sebagai tersangka pada 17 April 2011.

Zainal Arifin Yasin diduga melakukan pemotongan terhadap dana bantuan desa Pemkab Bombana tahun 2010 lalu. “Ada pemotongan bantuan desa kepada setiap desa,” tandas Asrul.

Diduga, sebagian dana yang diselewengkan itu dipinjamkan kepada sejumlah anggota dewan. Akibat kelakuan ini, uang negara dirugikan sekitar Rp 1,5 miliar. Untuk sementara, tiga nama anggota dewan mencuat dalam kasus ini.(@rd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s