15-06-2011 Kejari Gresik Terus Usut Kasus Korupsi Kajari Gresik Bambang Utoyo mengataka, pihaknya terus mengusut kasus korupsi. Tidak ada kasus yang berjalan di tempat. Justru pihaknya saat ini terus melakukan upaya pengungkapan. Diantaranya, perkara DAK Disdik bakal memasuki tahap penyidikan. “Soal laporan warga Tlogopojok terkait CSR PT Petrokimia Gresik sudah kami tindaklanjuti dengan bertemu tokoh masyarakat. Kami jelaskan, bila kami akan tindaklanjuti,” tegasnya, Kamis (15/6). Sebelumnya, LSM mempertanyakan keseriusan Kejari Gresik mengungkap korupsi. Biro Hukum dan Pemerintahan LSM Forum Kota (Forkot) Gresik Hasanuddin Farid mengatakan, laporan tentang dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Rp 16,2 miliar belum ada progress. Padahal laporan tersebut sudah sejak 3-4 bulan lalu. “Kami mengesankan jalan di tempat. Atau jangan-jangan dipermainkan dalam tanda kutif. Karena belum ada progress, padahal laporan tersebut kami lengkapi dengan data,” katanya. Menurut dia, LSM Forkot menyebut dana sebesar Rp16,2 miliar terbagi dalam beberapa item. Pembangunan 62 gedung perpustakaan masing-masing Rp 82,402 juta. Sisanya Rp 180 juta dipakai untuk paket pengadaan buku paket siswa, alat peraga, TIK dan peralatan multi media. (Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejari Gresik)

Kajari Gresik Bambang Utoyo mengataka, pihaknya terus mengusut kasus korupsi. Tidak ada kasus yang berjalan di tempat. Justru pihaknya saat ini terus melakukan upaya pengungkapan. Diantaranya, perkara DAK Disdik bakal memasuki tahap penyidikan.

“Soal laporan warga Tlogopojok terkait CSR PT Petrokimia Gresik sudah kami tindaklanjuti dengan bertemu tokoh masyarakat. Kami jelaskan, bila kami akan tindaklanjuti,” tegasnya, Kamis (15/6).

Sebelumnya, LSM mempertanyakan keseriusan Kejari Gresik mengungkap korupsi. Biro Hukum dan Pemerintahan LSM Forum Kota (Forkot) Gresik Hasanuddin Farid mengatakan, laporan tentang dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Rp 16,2 miliar belum ada progress. Padahal laporan tersebut sudah sejak 3-4 bulan lalu.

“Kami mengesankan jalan di tempat. Atau jangan-jangan dipermainkan dalam tanda kutif. Karena belum ada progress, padahal laporan tersebut kami lengkapi dengan data,” katanya.

Menurut dia, LSM Forkot menyebut dana sebesar Rp16,2 miliar terbagi dalam beberapa item. Pembangunan 62 gedung perpustakaan masing-masing Rp 82,402 juta. Sisanya Rp 180 juta dipakai untuk paket pengadaan buku paket siswa, alat peraga, TIK dan peralatan multi media.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s