Penjaga Mes Dituntut 4 Tahun

Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Rabu (8/6), kembali menggelar persidangan terdakwa Razali Mahmud terkait kasus dugaan korupsi mark-up (penggelembungan) harga sewa mes Pemkab Aceh Barat, di Jakarta. Kasus ini ada keterkaitan dengan mantan Kabag Umum, Meurah Ali SSos. Diduga kedua terdakwa bekerjasama melakukan tindak korupsi secara bersama-sama.

Dalam tuntutanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Hendra Hidayat SH MHum, menuntut terdakwa Razali dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurung. Terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 4 Undang-undang (UU) RI nomor 20/2001 tentang perubahan UU RI nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati NAD, Ali Rasab Lubis, saat dikonfirmasi oleh Tim Redaksi Website Kejaksaan R.I., Jumat (10/6), via telepon, mengatakan, perbuatan terdakwa telah merugikan negara. Kabarnya terdakwa sudah mengembalikan uang kepada Negara dan kabarnya juga terdakwa melakukan pembelaan, sidang kembali ditunda dua pekan depan.

Untuk diketahui, sebelumnya mantan Kabag Umum Pemkab, Meurah Ali SSos dan penjaga mes Pemkab, Razali Mahmud sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sewa mes tahun 2007 lalu. Dalam audit BPKP menemukan kerugian sebesar Rp 100 juta dari Rp 230 juta ditranfer dari APBD Pemkab setempat.(@per)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s