Pejabat Pemkab Pangkep Terdakwa Pertama Pengadilan Tipikor Makassar

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Pangkep Syafruddin Muamar yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana Alokasi Dana Desa (ADD), akan disidang di Pengadilan Tipikor, Makassar, Rabu (1/6/2011). Syafruddin dituding ikut menggelapkan dana Rp 830 juta sejak akhir tahun 2010 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Makassar, Parlas Nababan kepada Tribun di ruang kerjanya, Senin (30/5/2011). Dia menjelaskan selain Syarifuddin, tersangka lainnya yakni Bendahara DPKAD, Rosdiana juga turut akan menjalani sidang perdana.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menyelewengkan anggaran Alokasi Dana Desa 2009 melebih pagu yang ditetapkan sebelumnya, yakni Rp 11 miliar. Kelebihan dana yang dicairkan sebesar Rp 830 juta. Sementara itu, dana yang mengucur ke beberapa desa hanya Rp 54 Juta. Sedangkan penggunaan uang sisanya tak jelas.

Saat dimintai pertanggungjawaban laporan keuangan, keduanya tidak dapat mempertanggungjawabkan soal penyelewengan tersebut, sehingga keduanya langsung dijebloskan kedalam rutan Pangkep oleh pihak Kejaksaan Negeri Pangkep 21 Maret lalu. Kini keduanya masih mendekam di bilik tahanan Rutan Pangkep untuk proses lebih lanjut.

Menurut Parlas, keduanya akan disidangkan dua hakim karir yakni, Siswandriyono dan Maringan Marpaung dan satu hakim AdHoc yakni Paelori. Mereka ditunjuk berdasarkan Ketua PN Makassar, Andi Makkasau yang juga menjadi hakim tipikor.

“Ketiganyalah yang nantinya akan mengadili para tersangka di pengadilan tipikor lantaran berkas keduanya sudah dilimpahkan beberapa waktu lalu,” tambah Parlas.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s