Berkas Korupsi Dinas Pendidikan Rp5,3 Miliar Akhirnya Dilimpahkan ke Pengadilan

Serang,FESBUK BANTEN News (30/5) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang,Senin (30/5) alhirnya melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan alat sofware TIK Tahun 2008 senilai Rp 5,3 miliar, dengan tersangka utama mantan Kepala Dinas Pendidikan Banten, Eko Endang Koswara, ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Dalam kesepmatan tersebut ,selain berkas perkara, Kejari juga melimpahkan beberapa dokumen yang disita sebagai barang bukti, satu unit computer dan satu paket sofware TIK, serta uang senilai Rp 150 juta yang disita dari Asep Rahmatullah, selaku pemenang tender.

Usai melimpahkan berkas Eko ke PN Serang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Jan S Maringka mengatakan,pihaknya melimpahkan berkas Eko tersebut,berarti proses penyidikan dianggap selesai. Dari hasil penyidikan Kejari, yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini hanya satu orang, yaitu Eko.

“Kami sudah berupaya profesional melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus ini. Hasilnya, sejauh ini kami hanya menemukan satu orang yang diduga kuat terlibat,” katanya.

Ia juga mengatakan, dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan seputar kasus tersebut, semua mengarah kepada Eko, sehingga tidak ada fakta yang mengarah terhadap keterlibat orang lain, seperti nama-nama yang pernah muncul, yakni AR pemenang tender yang juga anggota DPRD Banten dan IR orang yang disebut-sebut sebagai mafia proyek di Dinas Pendidikan Banten.

“Tapi ini hanya penyidikan, kalau pada persidangan nanti ditemukan keterlibatan orang lain, kami bisa sidik kembali untuk memastikan keterlibatan orang tersebut,” katanya.

Sementara,mengenai jadwal sidang perkara tersebut,hakim tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, Sigit Herman Binaji,mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jadwal pesidangan, karena hakim ketua belum menunjuk majelis hakimnya.

“Soal jadwal hakim ketua yang menentukan, biasanya jadwal akan turun setelah pembentukan majelis hakim terlebih dahulu,” ujarnya.

Ditemui terpisah, penasehat hukum tersangka, Tb Sukatma mengatakan, pihaknya meragukan proses hukum yang dilakukan oleh penyidik di Kejari Serang. Pasalnya, kasus tindak pidana korupsi berbeda dengan kasus pidana lainnya, yakni selalu dilakukan secara berjemaah atau besama-sama. Sementara untuk perkara TIK ini, kejaksaan hanya menetapkan satu orang tersangka, yaitu Eko E Koswara.

“Aneh, saya sudah lama dan sering menangani perkara korupsi, dan biasanya tersangkanya lebih dari satu. Kenapa ini hanya satu orang,” tukasnya. (LLJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s