Kejari Garut Tetapkan Tersangka

Kepala Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Herinto Iskandar ditetapkan sebagai tersangak oleh Kejaksaan Negeri Garut dalam dugaan kasus korupsi dana pendidikan non formal senilai Rp 2 miliar.

Saat dimintai keterangannya (27/5) Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Garut Edwar, menjelaskan bahwa penyidikan masih dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi.

Kasus ini bermula saat Pemerintah Kabupaten Garut memperoleh bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan provinsi. Dana tersebut untuk mendanai kegiatan belajar nonformal, seperti pendidikan usia dini, paket A, paket B, paket C serta pendidikan keaksaraan pada tahun 2008 sampai 2010.

Dana bantuan yang diberikan pada tahun 2008 sebesar Rp 872 juta, tahun 2009 sebesar Rp 900 juta, dan pada tahun 2010 sebesar Rp 483 juta. Tetapi dana tersebut oleh tersangka tidak diberikan secara penuh kepada setiap kelompok belajar namun malah di potong oleh tersangka.

“Dalam setiap kegiatan diduga tersangka memotong dana sebesar 10-13%. Akibat perbuatannya negara diduga menderita kerugian sebesar Rp 350 juta,” imbuh Edwar.

Tersangka dijerat pasal 2 dan 3 serta pasal 12 huruf a dan/atau pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s